Selasa, 12 Februari 2013

little can be....


Untuk _Dharma _ ku

Sekolah begitu lengang , Gita melenggang bersama beberapa siswi lain. Ia datang pagi – pagi karena kebagian piket hari Sabtu. Udara sejuk menerbangkan daun – daun kering, begitu juga dengan rambut Gita yang terurai panjang mengayun sana sini . Ia berjalan sambil sibuk membenahi rambutnya yang acak – acakan tertiup angin.

“eh gimana persiapan buat promt night bulan depan?? Apa ada yang kurang?”,tanya Nina sang ketua OSIS. “ uda kok, tinggal dekorasi aja ntar ni spanduknya gue bawa. Lo mau liat? Nih gue bukain”,jawab Gita sambil membentangkan spanduk desainnya. “ oke juga nih desain lo, kerja bagus Ta”, puji Nina. “ iya sapa dulu dong yang buat....,yaudah gue duluan ya mau piket kelas nih “,gita pamit sambil setengah berlari.

Sampai di kelas IPA 5 , kelas terbaik karena sering memenangkan lomba kebersihan kelas dan game – game lain yang diadakan sekolah. Ternyata sudah ada teman – teman Gita yang lain membersihkan kelas, Gita segera menyusul karena tidak enak datang paling akhir. Pelajaran dimulai, jam pertama adalah mapel kesenian Pak Ramlo .

“ baik anak – anak untuk Bab II ini kita punya agenda untuk memperdalam pengetahuan kita mengenai Seni Suara”, Pak Ramlo membuka pelajaran.
Anak – anak bersorak gembira karena baru kali ini ada mata perlajaran seni suara. Biasanya mereka berkutat dengan rumus – rumus kriting fisika, matematika semua itu membuat jenuh.

“ Seni suara sangat bergantung pada pengaturan pernafasan . tapi tidak lupa juga dengan bakat yang kita miliki. Minggu depan kalian harus menyanyikan lagu sesuai dengan apa yang kalian rasakan saat itu. Setelah bernyanyi kalian harus bersedia menceritakan kisah apa dibalik lagu yang kalian bawakan itu”, tambah Pak Ramlo.

Lenguhan panjang terdengar menggema di ruangan yang cukup lapang itu. “ loh pak itu kan masalah hati ...ya malu – malu gimana gitu dong pak,” protes Nuna sahabat Gita yang paling anti Seni Suara. “ eh lo ,kan enak kita ngga usah bahas materi”, Gita yang duduk desebelah gita menyanggah sambil mencubit – cubit pipi Nuna. “ yahhh tapi gue gabisa nyanyi, lu tau kan kemarin waktu gue latihan nyanyi buat pensi, anak – anak tuh langsung pake headset. Kalo gelas, lampu pada punya kuping mereka mending mecahin diri –sendiri daripada kudu dengerin suara gue.” Jawab Nuna memelas. “ udah, ntar gue yang ajarin. Lo pilih lagunya, kalo’ udah ngomong ke gue ya...”, Gita menyemangati. “ ya dah....makasih ya Gita bawel, lo emang temen gue yang paling sweeettttt banget,” .

Bel pulang sekolah berbunyi siswa – siswi SMA Global Pasekta berhamburan keluar dari sekolah. Mobil – mobil mewah berjejer di sepanjang jalan depan sekolah. Maklumlah SMA ini adalah sekolah swasta internasional terbaik di Indonesia. Banyak pertukaran pelajar yang mengambil siswa sekolah ini. Kerjasama yayasannya pun hingga keluar negeri, jadi banyak sudah alumni yang bersekolah di luar negeri yang biayanya di tanggung kedutaan besar negara tersebut.

Berbeda dengan siswa – siswi lain, Gita masih harus mengikuti ekskul paduan suara dan setelah itu ia menyempatkan waktunya untuk melakukan rapat dengan anggota OSIS lainnya. Nuna dan Gita berpisah sepulang sekolah. “ Gue ke ruang kesenian dulu ya, uda telat 15 menit nih “, gita pamit sambil tergesa – gesa. “ iya lo cepetan lari noh kesono keburu Bu Nada tuh nglemparin sound sistem...hahaha”. Nuna meledek ekskul Gita yang guru pengajarnya killer.” Yeee lo jangan ngehina dong, daripada lu gak punya ekskul....dasar pengangguran hahaha,” Gita menjawab sambil menjitak kepala Nuna dan ia bergegas lari dari terkaman Nuna. “ awas lo ya besok.....”. anacam Nuna sambil berteriak dari kejauhan.

Di dalam ruang kesenian  gita sudah ditunggu teman – teman lainnya, namun beruntung Bu Nada belum datang . tak lama kemudian parfum jeruk Bu Nada tercium oleh anak anak paduan suara mereka segera duduk dengan rapi.
“Selamat sore anak – anak”. Sapa Bu Nada sambil membenahi kaca matanya yang melorot.
” Selamat sore Bu ...”.jawab mereka serempak
“ ibu punya pengumuman penting, Sabtu depan ibu akan mengadakan seleksi penyanyi solo. nanti apabila kalian terpilih,kalian akan tampil sebagai opening malam Promt bulan depan “.
Anak – anak paduan suara mulai gusar. Mereka bisik sana sini mendiskusikan apa yang harus mereka nyanyikan minggu depan, tak terkecuali Gita. Ekskul musik berjalan dengan sedikit tegang seperti biasanya, tak lain karena super disiplinnya Bu Nada . Konon nama panjang bu Nada adalah Alona Nadaiswara lengkap sudah dengan profesinya yang ngga jauh – jauh dari not balok. Ekskul paduan suara selesai pada pukul setengah empat sore. Gita langsung menuju ruang osis untuk melakukan rapat .


“duuuhhhh akhirnya selesai juga kegiatan gue”. Lenguh Gita penuh kelegaan. Ia kemudian pulang dengan mobil Alphard mewah nya. Sengaja ia memilih menyetir sendiri supaya bila ada meeting mendadak seperti tadi supirnya ngga perlu nungguin.sampai dirumah Gita langsung merebahkan tubuhnya ke kamar.

Jum’at minggu depan, sampai di sekolah Gita segera memarkirkan mobil nya di bagian paling depan.ia keluar dari pintu dan ciiitttt terdengar decitan rem yang ternyata berasal dari mobil sporty silver di belakang Gita.
“ eh lo liat – liat dong kalo mau belok....”. Gita sebal karena kaget ia harus merasakan kerasnya pintu mobil.
 Keluarlah sesosok makhluk tampan dari mobil sporti itu . gita memicingkan matanya, sepertinya ia tidak pernah melihat siswa ini berkeliaran di sekolahnya.
Cowok itu bergerak mendekati Gita,” lo ngga papa? Sambil mengusap jidat Gita yang benjol kepentuk pintu.
” Lo apa – apaan sih, sakit tau ...yaudah gue mo masuk ke kelas nih” ,jawab Gita bersungut – sungut.
“sorry ya, gue tadi kekencengan naik mobil nya.”
“yaudah gapapa, lain kali tuh lo harus tau kalo disekolah ini ga boleh ngendarai mobil di atas kecepatan 20. Lo liat papan yang disana noh” ,Gita memberi tau sambil berlalu.

Sesampainya di kelas ia disambut oleh Nuna yang heboh abis. “ jidat lo kenapa benjol gitu? Aaaa lo pasti kualat abis jitak gue ... yakan? Kasian sini – sini cup jangan nangis yaaaa” . Nuna menggoda sahabatnya yang sedang BeTe itu.
“ lo kok ngledek gue sih , ni kepala sakit banget tau....gue jadi pusing nih”
“ yaudah sini cepetan duduk, nanti waktu break gue anter lo ke UKS ya”. Nuna menawarkan bantuan

Jam pertama dimulai bapak kepala sekolah masuk ke kelas Nuna dan Gita.
” Tumben – tumbenan nih Pak Bagas masuk kelas, pasti ada berita penting “, Nuna berbisik kepada Gita.
“ selamat pagi anak – anak, kalian akan mendapatkan teman baru, silahkan masuk”. Pak bagas membuka pembicaraan seperti mempersilahkan masuk seseorang yang ada diluar. Masuklah seorang siswa yang tidak asing lagi bagi Gita.
 “ ha? Dia kan yang bikin gue benjol tadi pagi,” Gita memberi tahu Nuna sambil memukul – mukul meja dengan kesal. Nuna yang melongo terpesona kharisma dan kegantengan cowok itu tidak menggubris omongan Gita.
“ hai semua, perkenalkan nama saya Dharmasakti Effendi, saya murid pindahan dari Australia”. Semua murid berdecak kagum, namun tidak dengan Gita. Sebelum duduk Dharma sempat melayangkan pandangan kepada Gita dan tersenyum tipis. Gita tetap pada pendiriannya, Hidup ngambek !!!.

Bel istirahat berbunyi,nak – anak IPA 5 segera menuju tempat favorit mereka yaitu Kantin. Tinggal Nuna dan Gita  berjalan beriringan dengan pelan karena kondisi Gita yang tidak memungkinkan. Di tengah perjalanan “ Na , Na, gue gak kuat na sumpah gue gak kuat, kepala gue sakit banget “ .pandangan Gita gelap, ia pingsan.ia memang sering merasa sakit sekali pada kepalanya.

Nuna sebagai sahabat yang setia, ia menemani Gita yang tidak siuman – siuman sejak tadi di UKS. Nuna memijat – mijat tangan gita dengan khawatir, tiba – tiba gita siuman.
” Syukurlah lo udah sadar Ta, uda 2 jam pelajaran lo disini, kayaknya kepentuknya parah banget ya lo, ksian temen gue nih “. Nuna mengungkapkan perasaan leganya
“ lo hebat ya Na”. Jawab gita. “ hebat ngapain ngaco aja nih anak .”
“ ya ... lo hebat bisa ngangkat gue yang badannya lebih gede dari lo....”.
“ eh sorry dorry borry yaa...emang gue keliatan maco?, bukan gue lah yang bawa lo kesini.” Nuna menyanggah.
“ nah trus sapa dong, masa gue jalan sndiri waaaahhh mandiri banget ya gue”. Gita memuji diri sendiri
“ iiuuuhhh ViDi (PeDe), lo tuh harus trimakasih sama pangeran ganteng itu,lo tadi waktu pingsan  kan lo jatuh ke belakang tu, eehhh kebetulan di tangkep deh sama pangeran ganteng... so sweett banget Ta, gue jadi pengen.” Nuna menceritakan
“ pangeran sapa sih yang jelas dong..., oh lo pengen benjol kayak gue, yaudah sini gue bantu “,Gita geregetan kepada sobatnya yang rempong itu.
“ Dharma itu loh Ta...pangeran ganteng yang coolll banget, dia juga bilang ma gue kalo dia nyesel uda bikin lo kayak gini , dia nitip maaf buat lo “
“ pangeran – pangeran, ngga usah lebai deh....ya emang dia harus nyesel”. Gita sewot.
“mumpung kita lagi ngga di kelas, lo ajarin gue nyanyi yah, gue dah punya lagu nya nih “,Nuna mengharap
“ iyya deh,.....”
Akhirnya hari itu Gita harus pulang dengan diantar Nuna,dan mobilnya di titipkan kepada satpam sekolah.

Keesokan harinya Gita berangkat ke sekolah dengan kepala diperban. Ia jalan di halaman sekolah sambil memikirkan lagu yang akan ia nyanyikan nanti.
“ gue nyanyi lagu apa ya, kan kejadian minggu ini gue benjol, emang ada lagu yang nyrutain kepala benjol??,” gita ngomong sendiri.” Kalo gue nyanyiin lagunya The Winner yang judulnya Nakal itu cocok kali ya, emmmhh kan liriknya yang ada aduh pusingnya kepalaku melihat kelakuan nakalmu....wah cocok banget nih sekalian gue balas dendam sama Dharma tuh. “,Gita kegirangan

Tibalah waktunya pelajaran pak Ramlo seluruh siswa dipanggil satu persatu untuk bernyanyi dan menceritakan pengalamannya. Ada yang menyanyikan lagu Cemburu Menguras Hati karena ia cemburu saat menguras kamar mandi, ada juga yang menyanyikan lagu Tak Gendong karena ia jadi pengasuh bayi sepulang sekolah. Kalau Nuna memilih lagu Terpesona lagunya ia tujukan kepada Dharma. Kemudian nama Gita dipanggil, ia pun bernyanyi dan menceritakan benjolnya itu dengan ekspresif, bahkan ia membawa properti. Dharma hanya tertunduk merasa bersalah.

Saat break Nuna pergi ke kantin meninggalkan Gita di kelas, Dharma pun menghampiri gita dan duduk disampingnya.gita yang masih membereskan buku cuek saja dengan dharma yang sedari tadi ada disebelahnya.
“ Gita kan nama lo, gue minta maaf ... kan gue ngga sengaja kemaren ...abisnya lo tiba – tiba kluar gue ngga siap”. Dharma memelas.
“ iya gapapa ngga usah lo pikirin lagi.” Jawab Gita cuek
“ yaudah lo kan tadi ngga bawa mobil ,sebagai tanda permintaan maaf gue, ntar lo gue anterin pulang , lo mau ekskul dulu kan ? kebetulan gue juga ada latihan basket.”
“eemmmhhh gimana ya, yahh yaudah lah,gue terima permintaan maaf lo”.Gita menyetujui.

Dalam ekskul paduan suara, seperti agenda minggu lalu bahwa hari ini diadakan seleksi. Gita menunggu giliran di panggil urutan 10. Di tempat lain Dharma sudah selesai latihan basket. Ia menuju ruang paduan suara bertepatan dengan gita yang mendapat giliran bernyanyi .Dharma sangat terkesima dengan suara Gita yang indah, “ ternyata cewek galak itu pinter nyanyi juga, apalagi tadi pagi pas dia jalan di halaman....cantik, rambutnya indah”, batin Dharma. Akhirnya mereka berdua pulang bersama. Setelah kejadian itu gita dan dharma semakin dekat saja. Mulai dari acara bakti sosial , lomba – lomba antar provinsi sering kali mereka yang mewakili sekolah.

Promt night kurang 2 hari lagi. Pengumuman tentang siapa yang akan menjadi opening untuk acara promt tersebut telah ditempel di papan pengumuman. Ternyata nama Gita tercantum, ia tampak tidak percaya. Keesokan hari nya adalah jadwal untuk gladi bersih. Sepulang dari acara gladi bersih gita sedikit dikejutkan karena hidungnya mengeluarkan darah.
“ehm eehh.. astaga gue ngluarin darah ,duh kenapa sih gue biasanya juga ngga pernah kayak gini, gue harus ke rumah sakit buat check up”. Gita nampak bingung dan matanya berkaca-kaca.
“dek maaf ya saya harus mengatakan ini dengan sebenar – benarnya”.kata dokter.
“ iya dok saya siap mendengar tentang kondisi kesehatan saya, saya sakit dok?”.tanya Gita gusar.
“ kamu sebenarnya menderita leukimia stadium 3, andai kamu tau penyakit ini sejak awal, mungkin penyembuhannya akan lebih cepat dan mudah Gita. Tapi kamu jangan khawatir, kami akan lakukan yang terbaik untuk menyembuhkan penyakitmu .”dokter

Gita yang masih melongo tak percaya, dengan cepat meloloskan air mata membasahi pipinya.apa yang harus ia lakukan dengan penyakitnya itu. Kemudian dia bertekad dalam hati untuk tidak ingn menyianyiakan waktunya, dan tidak akan mengecewakan orang yang menyeyangi nya. Semua itu ia pegang teguh,hingga suatu malam.

Malam yang sangat ceria untuk anak – anak SMA Global Pasekta,karena tibalah saatnya yang ditunggu – tunggu yaitu PROMT NIGHT....
Dj menggesekkan tangan nya dengan lincah,irama disko menambah semarak suasana malam itu. Dharma yang sedari tadi mondar mandir sambil memegang bunga mawar dan sebuah boneka beruang di tangannya kelihatan bingung. Dharma tidak yakin dengan apa yang nanti ia lakukan untuk Gita. Ia menyukai Gita ,sangat .bunga dan boneka itu akan ia berikan pada Gita. Susah payah ia mencari boneka yang ada tape record nya.

Acara dimulai Gita di panggil untuk menyanyikan lagu akustik sebagai opening acara selanjutnya.
Aku ingin engkau selalu
Hadir dan temani aku
Disetiap langkah yang meyakiniku
Kau tercipta untukku

Meski waktu akan mampu
Memanggil sluruh ragaku
Ku ingin kau tau
Ku selalu milikmu yang mencintaimu
Sepanjang hidupku
“Gita kok pucet banget sih kenapa ya,ah mungkin Cuma perasaan gue aja, “ batin Dharma
Penampilan Gita sangat memukau gaunnya cantik,anggun. Semua siswa sorak sorai menghadiahi dia dengan tepuk tangan. Gita turun dari panggung,Dharma mengulurkan tangannya.
“ ayo lo ikut gue,gue punya sesuatu buat lo”. Dharma menarik narik tangan Gita. Walaupun Gita meronta – ronta karena pergelangan tangannya sakit,Dharma tetap tidak menggubrisnya. Ia membawa Gita di tepi sebuah danau di samping sekolahnya. Lampu temaram semakin menambah romantis suasana malam itu.
“lo mau ngomong apa Dharma?, lo tau ngga kalo tangan gue sakit lo tarik – tarik,sekarang cepetan ngomong”, Gita sedikit sewot
“ Ta, gue tau kita baru kenal sebulan. Tapi gue rasa itu ngga jadi masalah. Ni gue ada sesuatu buat lo. Ntar kalo udah nyampe rumah baru lo pencet nih boneka ini. Uda dulu ya gue buru – buru. Daa jangan lupa lo kudu jawab besok.” Dharma meninggalkan Gita yang tidak sempat berkata apapun karena kaget bercampur senang .
“ Dharma aneh banget deh,tapi yaudah lah gue buka dirumah aj”

Sesampainya dirumah ia bergegas ke kamar dan bersiap untuk membuka bingkisan boneka dari Dharma. Namun tiba – tiba kepalanya sangat pusing, rasanya sama  sewaktu ia masuk UKS dulu. Pandangan gita lekas kabur dan slep, gelap. Ia pingsan dengan tangan yang masih memeluk bingkisan itu. Orang tua gita panik lalu segera membawanya ke rumah sakit di malaysia.
“ maaf pak , bu gita itu penyakit leukimia nya sudah terlalu akut. Kami tidak bisa berbuat banyak seluruh sel darah putih sudah menyerang sebagian besar eritrosit Gita.kita hanya bisa menyerahkan kesembuhannya pada Sang Kuasa.” Kata dokter malaysia itu.
“ tapi dok lakukan saja apa yang perlu di lakukan, kami akan bayar berapapun untuk kesembuhan anak kami”. Kata mama Gita sambil menangis terisak.
Sementara  di sekolah Dharma dan Nuna kebingungan mencari keberadaan Gita, sudah lima hari Gita tidak masuk sekolah. Di tanyakan kepada guru piket tidak ada yang tau.
“apa dia marah sama gue ya Na?”Dharma membuka percakapan
“ emang lo ngapain dia ?”Nuna tanya balik
“gue tu ngasi dia boneka yang ada tape record nya. Gue nyatain perasaan gue ke dia lewat boneka itu,apa dia marah ya”.
“ OmG lo nembak gita, emang kalian itu cocok banget deh,gue dukung kok. Tapi sayangnnya sampe sekarang belum ada konfirmasi tntang lo diterima apa ditolak”.
Kemudian mereka besok berencana melanjutkan untuk datang kerumah Gita.

Dirumah sakit Singapura Gita yang baru siuman masih penasaran tentang boneka dari Dharma itu. Ia mencoba meraih boneka yang ada di meja samping tempat tidurnya dengan susah payah. Ia merasa tubuhnya sangat lemas dan sering kali masih mengeluarkan darah dari hidung nya.
“ akhirnya gue bisa ambil boneka ini, buka ah eemhhh apa ya maksud Dharma?”. Gita masih bertanya – tanya dan kemudian ia pencet tombol kecil itu

“ gue selalu terpesona liat rambut lo yang terbang – terbang kena angin itu.lo ngga tau kan gue slalu merhatiin lo. Gue tau lo suka ngaca waktu pelajaran. Gue juga tau lo suka bawa – bawa jepit rambut warisan eyang lo itu.gue suka sama lo. Suara bahakan bekas langkah kaki lo ,gue sering tapakin. Ijinkan gue ngisi hidup lo . lo mau jadi pacar gue??
Kaulah yang pertama, yang memberi arti cinta
Tuk selamanya tetap dihatiku
Ingin memelukmu mendekap hangat cintamu
Tuk selamanya tetaplah dihatiku

Gue tau suara gue ga sebagus punya lo, tapi gue coba khusus buat bilang kalo gue cinta sama lo. Semua yang lo punya gue suka. Gue tunggu jawabannya besok oke.

Gita meneteskan air mata terharu. Kemudian ia mengambil handphone nya dan ia menyanyikan sesuatu.Namun tiba – tiba kepalanya terasa sakit ia menguarkan darah lagi, ia masih tetap berusaha menyelesaikan jawaban untuk dharma itu walaupun dengan terbatuk batuk,ia merasa tidak kuat lagi . mama Gita yang kebetulan masuk berteriak memanggil dokter ia khawatir. Gita pingsan lagi.

Dokter segera masuk dan menggunakan alat kejut untuk memacu jantung gita yang detaknya kian melemah. Tiiiiiitttttt..... mesin itu mengeluarkan tanda, bahwa gita tidak disini lagi. Ia telah pergi. Mama dan papa gita mangis histeris tidak percaya anak satu – satunya diambil dengan begitu cepat.

Keesokan hari nya dharma dan Nuna pergi kerumah gita, ia amat terkejut melihat banyak orang disana seperti selamatan. Masuklah Nuna dan Dharma dengan raut muka kaget. Mama Nuna yang matanya masih sembab menghampiri mereka.
“ tante siapa yang meninggal tante?.tanya Nuna
“ Gita Na, Gita “ jawab mama Gita sambil terisak memeluk Nuna.
“apa tante? Gita? Dia sakit apa? Selama ini saya ngga pernah mergokin dia sakit?” . dharma sangat terpukul , ia segera menuju jenazah Gita . ia membuka kain tutup tubuhx  perlahan terlihat wajah Gita yang pucat membujur kaku.Nuna dan Dharma memeluk jenazah Gita
“ lo tinggalin gue? Ini jawaban lo buat gue? Lo tega gita, lo itu cinta pertama gue. Lo juga orang pertama yang udah nyakitin gue. Gue sayang lo gita, apa lo ga sayang gue sampe tega ninggalin gue.” Dharma masih terisak

Kemudian papa Gita membangunkan tubuh Dharma.” Sudahlah nak ikhlaskan Gita,om menemukan rekaman ini di hp Gita sebentar sebelum gita meninggal, om rasa ini buat kamu Dharma”. Papa gita menyerahkan rekaman itu
Sepulang dari rumah gita ,Dharma memutar rekaman itu.

“ untuk Dharma ku... gue juga sayang sama lo. Lo jangan kawatirin gue ya. Gue bakal selalu ada buat lo.gue trima cinta lo. Dan memang lo adalah cnta terakhir buat gue
eemmhh maaf ya gue lagi batuk sedikit . tapi gapapa kok.makasih lo uda mau nemenin hari – hari gue. Makasih ya jelek hahaha. Senyum donk kan lo uda jadi cowok gue sekarang . “.
Ni gue nyanyiin buat lo ya, tapi maaf suara gue jadi jelek gara – gara ni batuk

Aku tak pernah pergi selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak menegaskan ku cinta pada mu
Terimakasih pada Maha Cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisi mu
ku tunggu kau di keabadian

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapapun insan Tuhan pasti tahu
Cinta kita sejati
Dharma _ Gita forever

Setelah kepergian Gita, Dharma menutup hatinya untuk siapapun hingga masa tuanya ia memutuskan tidak menikah. Dharma meninggal karena penyakit paru – paru . dan ia ditemukan meninggal dengan rekaman suara gita yang masih menyala di samping tempat tidurnya.

0 komentar:

Poskan Komentar