Jumat, 02 Oktober 2015


Teratai Ajaib dari Negeri Sakura
Antika Dewi Amanda
Musim gugur tengah menerbangkan bunga sakura di taman Kirei yang berada disudut Kota Tokyo. Rambut pirang itu bergerak kesana kemari menutupi wajah merona Tara. Gadis berusia 13 tahun itu kini tengah menghabiskan masa liburan sekolahnya dengan berkunjung ke negeri yang terkenal dengan sakuranya yang indah. Tara tengah membaca buku sejarah kerajaan Jepang, buku itu ia dapatkan ketika mampir ke toko buku dekat hotel tempat ia dan keluarganya tinggal. Buku yang ia dapatkan  itu ternyata rapuh di bagian tengahnya. Ia sibuk merapikan urutan kertas itu. Tiba – tiba datanglah angin yang kemudian menerbangkan salah satu  halaman buku yang ia bawa. Tara berlarian mengejar lembaran buku tersebut,karena ia tak memperhatikan badan jalan kini ia terperosok di semak – semak. Seorang anak laki- laki seusianya membantunya bangun dan mengambilkan lembaran buku yang tersangkut di pohon.
“Kamu baik – baik saja?”,anak laki – laki itu merasa iba terhadap Tara. Kemudian mereka berkenalan , anak kecil itu bernama Saka.
“Kau mau mengantarkanku berkeliling?”, Tara meminta kepada anak itu. Kemudian Saka bercerita panjang lebar mengenai kerajaan yang ada di Jepang. Mereka menaiki bus kota yang mengantarkan penumpang menuju sebuah kuil kuno yang indah, disekelilingnya terlihat dupa yang dipasang disana-sini. Aroma sejuk dedaunan yang hijau menambah segar udara di kuil itu. Mereka memasuki area suci, Saka menyuruh Tara untuk melepaskan sandal yang ia pakai. Terlihat para biksu tengah khusuk berdoa menyembah kepada patung Budha yang ada didepannya.
“Tara kemarilah lihatlah mata air ini,”Saka menggandeng tangan Tara dan segera mengambilkan seciduk air dari sumur yang dianggap suci oleh orang setempat. Konon mata air itu tercipta saat naga langit tegah mengeilingi bumi dengan tubuhnya dan menghujani dunia ini dengan air mata kebahagiaan yang tergambar dengan adanya hujan. Oleh karena itu sumur yang ada di kuil tidak pernah surut. Segar merasuki tenggorokannya yang kering sedari tadi. Didalam  kuil , mereka menancapkan sebuah dupa kedalam  kuali yang ada di depan patung Budha tersebut.
“Saka , itu lukisan apa ?”,Tara menujuk pada lukisan yang menggambarkan seorang wanita cantik tengah berada dilangit dengan dikelilingi cahaya.
“Dia adalah Dewi Amaterasu yang artinya Dewi Matahari, ratu dari seluruh kami.”,Tara kemudian duduk di depannya dan memandangi lukisan yang indah itu , kemudian ia memejamkan mata, menikmati sejuknya hawa di area tersebut.
Tara terbangun, ia mengucek matanya kemudian ia membangunkan saka yang tertidur di sampingnya. Ia merasa tengah berada di sebuah taman, ditengahnya terdapat jembatan, dan anehnya kini mereka berdua memakai kimono. Mereka terbangun dan mencoba menyusuri indahnya teluk yang membentang jauh hingga ujung, dikelilingi bukit hijau dan ditaburi teratai berwarna merah dan putih. Seberkas cahaya mengundang mereka untuk segera berlari mendekatinya.
“Dewi ? Dewi ? “ Saka seraya bertanya  kepada sosok yang wajahnya tertutup oleh cahaya, namun barang tentu itu seorang wanita , bajunya ungu bersemu  merah , menjuntai, tangannya dipenuhi teratai merah dan putih,anggun. Kemudian sosok itu melemparkan  teratai dua warna itu kepada saka dan tara, lalu lekas pergi. Mereka segera memungut teratai itu, dan membawanya kembali berjalan. Ditengah perjalanan ia menemukan sebuah kuil, sangat indah dan  mereka merasa sepertinya tempat ini sudah tidak asing lagi. Mereka melihat patung budha di tengah ruangan kuil tersebut. Saka mengajak tara untuk sembahyang, mereka bersujud sebanyak 3 kali. Ketika bangun dari sujud ketiga mereka melihat cahaya di balik patung budha tersebut,mereka mendekatinya dan  menemukan sebuah lubang diantara punggung patung budha tersebut. Tara mengambil benda bercahaya itu namun ketika terlihat mereka menjadi sangat silau dan mata mereka menjadi gelap dalam sekejap.
Dahi Saka tertimpa bunga teratai, ia terbangun dan mendapati dirinya dan tara tengah berada didepan patung Dewi Amaterasu. Saka lekas mengajak tara menuju patung budha yang berada ditengah ruangan. Segeralah mereka mencari di tempat seperti yang ada di mimpi itu. Saka memasukkan tangannya kelubang tersebut , dan tangannya seperti menyentuh sebuah benda. Benda itu adalah 2 kalung berbentuk teratai satu berwarna merah dan yang satu berwarna putih, raut bahagia nampak diwajah Saka dan Tara . Kemudian secara bersamaan mereka memakai kalung itu,blaarr cahaya terpancar dari kalung mereka berdua. Nampaklah sosok Dewi yang ada pada mimpi keduanya , kemudian Saka dan Tara memberikan salam kepadanya.
Musim itu telah membawa sebuah berkah kepada Tara dan Saka, mereka hidup bersahabat hingga dewasa. Setiap berlibur mereka akan kembali mencoba bertemu dengan Dewi itu, menceritakan segala keluh kesah dan bahagia, mereka kemudian selalu pulang dengan membawa teratai sebagai restu dariNya.

0 komentar:

Poskan Komentar